ANALISIS KINERJA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH (BPKAD) KABUPATEN SUMEDANG

  • AMALIA HERMAYANTI STIE SEBELAS APRIL SUMEDANG
  • ELA MUSTIKASARI STIE SEBELAS APRIL SUMEDANG
  • NIZAR BEBET MEILINASARI STIE SEBELAS APRIL SUMEDANG

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja Badan Pengelolaan Keuangan
dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sumedang dalam pengelolaan aset daerah. Sebagai
Bendahara Umum Daerah, maka BPKAD merupakan dinas teknis yang bertanggung jawab dalam
menerima pendapatan daerah dan mengeluarkan uang untuk kebutuhan daerah melalui kas umum
daerah. Dengan adanya kas daerah maka suatu daerah dapat mengatur ketersediaan dana yang
cukup untuk mendanai pengeluaran-pengeluaran daerah. Di dalam kas umum daerah juga dapat
diketahui berapakah kekayaan yang dimiliki suatu daerah. Kas daerah sendiri termuat dalam
neraca komparatif yang merupakan bagian laporan keuangan. Hasil penelitian dalam pengelolaan
kas selama ini telah menerima pendapatan daerah dan melakukan pencairan dana yang digunakan
untuk keperluan belanja daerah. Prosedur penerimaan kas dan pencairan dana yang langsung
ditangani oleh seksi pengelolaan kas daerah diatur dalam pedoman penatausahaan pelaksanaan
APBD Kabupaten Sumedang dan sejauh ini dalam pengelolaan aset lancar belum dapat dikatakan
lebih baik dan masih belum optimal, walaupun sudah mendapatkan 6 kali predikat wajar tanpa
pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, hal ini dapat dilihat
berdasarkan indikator yang digunakan dalam penilaian kinerja BPKAD dalam pengelolaan aset
lancar yaitu akuntabilitas, transparansi, ekonomi, efisiensi, dan efektivitas yang perlu adanya
pembenahan agar pendapatan daerah dan pengelolaan aset yang masuk ke kas daerah menjadi
meningkat.

Diterbitkan
2021-07-01